Manajemen invenstasi & portofolio

UJIAN AKHIR SEMESTER (UAS)
MANAJEMEN INVESTASI DAN PORTOPOLIO



Oleh :
Devi Marta Dwi Lestari
14101319
P1




Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi ASIA Malang
 Program Studi Manajemen
2017



I. Data Deviden

   Industri Jamu dan Farmasi Sido (SIDO.JK)

DATE
DEVIDEN
May 20, 2012
-
May 22, 2013
-
May 22, 2014
27
May 22, 2015
24
May 22, 2016
25
Sumber : https://finance.yahoo.com/quote/SIDO.JK/?p=SIDO.JK

II. Analisis 


laporan keuangan terakhirnya per tanggal 31 Juli 2013, posisi saldo laba SIDO hanyalah Rp228 milyar, sangat kecil dibanding nilai modal disetor (belum termasuk tambahan modal disetor dari IPO) sebesar Rp1.4 trilyun. Namun tidak sulit untuk langsung menemukan bahwa akumulasi laba bersih yang dikumpulkan SIDO selama 43 tahun ini sebenarnya jauh lebih besar dari Rp228 milyar tersebut. Pada tahun 2011, posisi saldo laba SIDO adalah Rp440 milyar, sementara modal disetornya hanya Rp36 milyar. Namun pada tahun 2012, pemilik perusahaan yakni Keluarga Sulistio mengambil dividen dalam jumlah besar dari perusahaan, kemudian menyetornya kembali ke perusahaan dalam bentuk modal disetor sebesar Rp1.1 trilyun (sehingga modal disetor SIDO melonjak menjadi Rp1.4 trilyun).

Lalu dari mana pihak pemilik memiliki dana sebesar Rp1.1 trilyun tersebut? Ya kemungkinan besar dari akumulasi perolehan dividen atas SIDO itu sendiri di masa lalu. Sejauh yang penulis amati, Keluarga Sulistio tidak memiliki usaha lain diluar SIDO (atau mungkin ada, tapi yang paling besar ya SIDO ini), dan mereka juga bukan tipikal grup usaha yang sering melakukan leverage (mengambil utang, atau membentuk equity partnership, seperti yang biasa dilakukan grup-grup konglomerasi besar di Indonesia), melainkan hanya mengelola perusahaan dengan biasanya saja, yakni bikin jamu Tolak Angin, kemudian menjualnya, that’s it.

Karena itulah, jika SIDO bisa mencetak rata-rata pertumbuhan laba sebesar 20% saja dalam satu dekade kedepan, seperti track recordnya dalam lima tahun terakhir, maka nilai riil SIDO bisa jadi jauh lebih besar dibanding nilai buku alias aset bersihnya pada saat ini. Sebenarnya, CAGR laba bersih SIDO sejak tahun 2009 hingga 2012 adalah 60%, alias sangat luar biasa, namun penulis tidak menganggap bahwa SIDO akan bisa mempertahankan pencapaian tersebut dalam satu dekade kedepan, karena akan ada banyak peristiwa yang terjadi dalam sepuluh tahun tersebut, sehingga angka rata-rata pertumbuhan sebesar 20 persen-lah, yang lebih realistis.        

III. Daftar Pustaka
       https://finance.yahoo.com/quote/SIDO.JK/?p=SIDO.JK
       http://www.teguhhidayat.com/2014/01/antara-wismilak-dan-sido-muncul.html            







==========================================================================================================================


Perusahaan LQ-45
PT. Indofood Sukses Makmur Tbk.

Table retur total
Tahun
Harga saham (Pt)
Deviden (Dt)
Return
2006
1.350
31
-
2007
2.575
43
0,939
2008
930
47
-0,621
2009
3.550
93
2,917
2010
4.875
133
0,411
2011
4.600
175
-0,021
2012
5.850
185
0,311
2013
6.600
142
0,152
2014
6.750
220
0,056
2015
5.175
168
-0,208

Rumus return total :
Rt = Pt – Pt1 + Dt
     

v  Tahun 2007 = 2.575 – 1.350 + 43 = 0,939
                                     1.350
v  Tahun 2008 = 930 – 2.575 + 47 = -0,621
                                  2.575
v  Tahun 2009 = 3.550 – 930 + 93  = 2,917
                                     930
v  Tahun 2010 = 4.875 – 3.550 + 133  = 0,411
                                     3.550
v  Tahun 2011 = 4.600 – 4.875 + 175  = -0,021
                                     4.875
v  Tahun 2012 = 5.850 – 4.600+ 185  = 0,311
                                     4.600
v  Tahun 2013 = 6.600 – 5.850 +142  = 0,152
                                     5.850
v  Tahun 2014 = 6.750 – 6.600 + 220  = 0,056
                                     6.600
v  Tahun 2015 = 5.175 – 6.750 + 168  = -0,208
                                     6.750

Tahun
Capital gain (loss)
Deviden yield
Return
2007
2.575 – 1.350 : 1.350 =
43 : 1.350 =
0,939
2008
930 – 2.575 : 2.575 =
47 : 2.575 =
-0,621
2009
3.550 – 930 : 930 =
93  : 930 =
2,917
2010
4.875 – 3.350 : 3.350 =
133 : 3.550 =
0,411
2011
4.600 – 4.875 : 4.875 =
175 : 4.875 =
-0,021
2012
5.850 – 4.600 : 4.600 =
185 : 4.600 =
0,311
2013
6.600 – 5.850 : 5.850 =
142 : 5.850 =
0,152
2014
6.750 – 6.600 : 6.600 =
220 : 6.600 =
0,056
2015
5.175 – 6.750 : 6750 =
168 : 6.750 =
-0,208

Tabel Risk
Tahun
Return (Rt)
(Rt – Rt total)2
2007
0,939
(0,939 - 0,437)2 = 0,252004
2008
-0,621
(-0,621 - 0,437)2 = 1,119364
2009
2,917
(2,917 - 0,437)2 =6,1504
2010
0,411
(0,411 - 0,437)2 = 0,000676
2011
-0,021
(-0,021 - 0,437)2 = 0,209764
2012
0,311
(0,311 - 0,437)2 = 0,015876
2013
0,152
(0,152 - 0,437)2 = o,081225
2014
0,056
(0,056 - 0,437)2 = 0,145161
2015
-0,208
(-0,208 - 0,437)2 = 0,416025
total
3,936 : 9 = 0,437
8,390495

Ø  Rumus  =  

      
      


Ø  Rumus  = 




---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


REKSADANA DAN ANALISIS PENELITIAN SAH






Reksadana adalah wadah dan pola pengelolaan dana/modal bagi sekumpulan investor untuk berinvestasi dalam instrumen-instrumen investasi yang tersedia di Pasar dengan cara membeli unit penyertaan reksadana. Dana ini kemudian dikelola oleh Manajemen Investasi (MI) ke dalam portopolio investasi, baik berupa saham, obligasi, pasar uang ataupun efek/sekuritas lainnya.
Menurut Undang-undang Pasar Modal nomor 8 Tahun 1995 pasal 1, ayat (27): “Reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat Pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi.”
Dari kedua definisi di atas, terdapat empat unsur penting dalam pengertian Reksadana yaitu:
  1. Reksadana merupakan kumpulan dana dan pemilik (investor).
  2. Diinvestasikan pada efek yang dikenal dengan instrumen investasi.
  3. Reksadana tersebut dikelola oleh manajer investasi.
  4. Reksadana tersebut merupakan instrumen jangka menengah dan panjang
Pada reksadana,menejemen investasi mengelola dana-dana yang ditempatkannya pada surat berharga dan merealisasikan keuntungan ataupun kerugian dan menerima deviden atau bunga yang dibukukannya ke dalam "Nilai Aktiva Bersih" (NAB) reksadana tersebut.Kekayaan reksadana yang dikelola oleh manajer investasi tersebut wajib untuk disimpan pada bank kustodian yang tidak terafiliasi dengan manajer investasi, di mana bank kustodian inilah yang akan bertindak sebagai tempat penitipan kolektif dan administratur.

Bentuk Hukum Reksadana
Berdasarkan Undang-undang Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995 pasal 18, ayat (1), bentuk hukum Reksadana di Indonesia ada dua, yakni Reksadana berbentuk Perseroan Terbatas (PT. Reksa Dana) dan Reksadana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (KIK).

Reksa Dana berbentuk Perseroan (PT. Reksa Dana)suatu perusahaan (perseroan terbatas), yang dari sisi bentuk hukum tidak berbeda dengan perusahaan lainnya. Perbedaan terletak pada jenis usaha, yaitu jenis usaha pengelolaan portofolio investasi. 

Kontrak Investasi Kolektif
 kontrak yang dibuat antara Manajer Investasi dan Bank Kustodian yang juga mengikat pemegang Unit Penyertaan sebagai Investor. Melalui kontrak ini Manajer Investasi diberi wewenang untuk mengelola portofolio efek dan Bank Kustodian diberi wewenang untuk melaksanakan penitipan dan administrasi investasi.

Jenis-jenis Reksadana :
  1. Reksadana Saham.
    Reksadana saham adalah reksadana yang melakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari portofolio yang dikelolanya ke dalam efek bersifat ekuitas (saham). Efek saham umumnya memberikan potensi hasil yang lebih tinggi berupa capital gain melalui pertumbuhan harga-harga saham dan deviden. Reksadana saham memberikan potensi pertumbuhan nilai investasi yang paling besar demikian juga dengan risikonnya.
  2. Reksadana Campuran.
    Reksadana campuran adalah reksadana yang melakukan investasi dalam efek ekuitas dan efek hutang yang perbandingannya tidak termasuk dalam kategori reksadana pendapatan tetap dan reksadana saham. Potensi hasil dan risiko reksadana campuran secara teoretis dapat lebih besar dari reksadana pendapatan tetap namun lebih kecil dari reksadana saham.
  3. Reksadana Pendapatan Tetap.
    Reksadana pendapatan tetap adalah reksadana yang malakukan investasi sekurang-kurangnya 80% dari portofolio yang dikelolanya ke dalam efek bersifat hutang. Risiko investasi yang lebih tinggi dari reksadana pasar uang membuat nilai return bagi reksadana jenis ini juga lebih tinggi tetapi tetap lebih rendah daripada reksadana campuran atau saham.
  4. Reksadana Pasar Uang.
    Reksadana pasar uang adalah reksadana yang melakukan investasi 80% pada efek pasar uang yaitu efek hutang yang berjangka kurang dari satu tahun, seperti SBI, deposito. Reksadana pasar uang merupakan reksadana yang memiliki risiko terendah namun juga memberikan return yang terbatas.
  5. Reksadana Index
    Reksadana Index adalah reksadana yang isinya adalah sebagian besar dari index tertentu (tidak semua, yang penting merefleksikan index tersebut) dan dikelola secara pasif, artinya tidak melakukan jual beli di bursa, kecuali ada subscription baru atau redemption, oleh karenanya reksadana index biasanya keuntungan dan kerugiannya sejalan dengan index tersebut (jika ada selisih, biasanya selisihnya kecil). Jika reksadana tersebut diperjualbelikan di bursa, maka disebut Exchange Tranded Fund (ETF) dan harganya berfluktuasi tiap detiknya, sehingga sebenarnya mirip saham. Keduanya, baik reksadana index maupun ETF disebut pengelolaaan dana index dan di Amerika Serikat pada tahun 2013, mencakup 18,4% dari seluruh pengelolaan dana bersama (mutual fund
========================================================================================================================================



Pasar modal adalah instrumen keuangan yang memperjual belikan surat-surat berharga berupa obligasi dan equitas atau #saham untuk jangka panjang yang diterbitkan oleh pemerintah maupun perusahaan swasta, dan kegiatannya dilaksanakan di bursa dimana tempat bertemunya para pialang yang mewakili investor

Tidak ada komentar:

Posting Komentar