Selasa, 18 Juli 2017

UAS RISET SDM

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN KOMPENSASI TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN PABRIK GENTENG SOKKA BLITAR, JAWA TIMUR



Oleh :
DEVI MARTA DWI LESTARI
14101319








SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI ASIA MALANG
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
2017


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Dalam sebuah perusahaan atau organisasi karyawan merupakan aset yang sangat penting karena tanpa adanya karyawan perusahaan atau
organisasi akan sulit untuk mencapai tujuannya. Kemampuan dari seorang
individu dalam melakukan pekerjaannya tergantung dari apa yang telah mereka kerjakan dan mereka dapatkan. Untuk mendapatkan hasil yang
terbaik tentunya juga diperlukan adanya sumber daya manusia yang berkualitas.
Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan suatu organisasi.
Salah satunya adalah karyawan, karena berkaitan langsung dengan kegiatan organisasi. Dalam hal ini karyawan diharapkan dapat memberikan hasil yang maksimal sehingga tujuan dari perusahaan atau organisasi dapat tercapai. Kepuasan kerja merupakan salah satu faktor bagi karyawan agar dapat bekerja secara maksimal. Dawal dan Taha (2006:267) menyatakan bahwa kepuasan kerja bagi karyawan merupakan
kunci dari sehatnya sebuah organisasi.
Sama dengan apa yang dikemukakan oleh Anas (2013:2) bahwa pihak perusahaan harus dapat memahami perilaku karyawannya agar kebutuhan-kebutuhan karyawannya dapat terpenuhi, sehingga kepuasan kerja karyawan dapat terjaga. Kepuasan kerja sangat berpengaruh bagi kelangsungan kegiatan perusahaan. Menurut Yulharsari (2012:3) kepuasan kerja dapat meningkat jika pegawai memiliki rasa tanggung jawab untuk mengerjakan pekerjaannya secara maksimal sehingga dengan adanya rasa tanggung jawab yang tinggi dapat mewujudkan perilaku yang diarahkan pada tujuan guna mencapai sasaran akhir, yaitu tercapainya tujuan organisasi bersama.
Menurut Gorda dalam Dhermawan (2012:174) kepuasan kerja dapat menjadi faktor pendorong meningkatnya kinerja pegawai yang pada
gilirannya akan memberikan kontribusi kepada peningkatan kinerja organisasi. Perusahaan atau organisasi akan mendapat timbal balik dalam
bentuk keuntungan jika kinerja karyawan meningkat dengan adanya kepuasan kerja.
Kepuasan kerja bagi karyawan dapat menimbulkan perasaan yang
menyenangkan dalam bekerja sehingga dapat mempengaruhi kinerja dari
karyawan tersebut. Hal ini sama dengan apa yang dikemukakan oleh Davis
dan Newstrom dalam Suwatno dan Priansa (2011) yakni kepuasan kerja adalah perasaan senang maupun tidak senang karyawan terhadap pekerjaannya. Perusahaan akan kesulitan dalam mencapai tujuannya apabila kondisi dari lingkungan sekitar kurang memadai sehingga semangat kerja karyawan akan rendah dan berpengaruh terhadap kepuasan bekerja di perusahaan tersebut. Menurut Osborn dalam Suwatno dan Priansa (2011) kepuasan bekerja merupakan derajat positif atau negatifnya seseorang mengenai berbagai segi tugas-tugas pekerjaan, tempat kerja dan hubungan dengan sesama pekerja.
            Lingkungan kerja merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi
kepuasan bekerja pegawai. Jika dalam lingkungan sekitar tempat kerja memberikan kesan yang tidak nyaman, pegawai merasa malas untuk bekerja. Hal ini sama seperti apa yang dikatakan oleh Nitisemito dalam Sugiyarti (2012:75) yakni lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang ada
di sekitar para pekerja yang dapat mempengaruhi dirinya dalam menjelankan tugas-tugas yang diembannya. Lingkungan kerja dapat dikategorikan menjadi dua hal yaitu lingkungan kerja non fisik dan fisik. Lingkungan kerja non fisik menurut Anorogo dan Widiyanti dalam Putranto (2012:2) yakni suatu keinginan karyawan terhadap pekerjaan akan gaji yang cukup, keamanan, pekerjaan, pengharapan, secara ekonomis, kesempatan untuk maju, pimpinan yang bijaksana, dan rekan yang kompak. Lingkungan kerja non fisik sangat mempengaruhi kepuasan bekerja pegawai dimana jika keadaan atau situasi di sekitar pegawai kondusif untuk bekerja, rekan mudah diajak untuk bekerja sama dan hubungan dengan atasan baik maka pegawai akan menikmati pekerjaannya dan merasa puas bekerja di tempat tersebut. 
 Lingkungan kerja yang nyaman dan aman akan membuat pegawai
juga ikut merasa nyaman bekerja sehingga tugas yang dilakukan oleh para
pegawai juga baik dan itu mempengaruhi kepuasan bekerja pegawai. Robbins dalam Fathonah dan Utami (2012:3) bahwa pegawai akan bekerja
secara maksimal apabila lingkungan kerja nyaman dan mendukung karena
pegawai merasa puas dengan lingkungan kerja yang ada. Lingkungan kerja yang baik meliputi beberapa aspek yang harus diperhatikan misalnya ruangan kerja yang nyaman, kondisi lingkungan yang aman, suhu ruangan yang tetap, terdapat pencahayaan yang memadai, warna cat ruangan, hubungan dengan rekan kerja yang baik (Sedarmayanti dalam Sugiyarti, 2012:75). Jika hal tersebut dapat terpenuhi oleh perusahaan atau organisasi maka kinerja dari karyawan dapat meningkat yang berpengaruh terhadap kepuasan bekerja karyawan tersebut.  Kepuasan kerja karyawan Pabrik Genteng Sokka saat ini dapat dikatakan ada yang merasa puas dan ada pula yang merasa kurang puas, hal ini dapat dilihat pada Tabel 1 berikut ini:
Tabel 1 Daftar Keluar Masuk Karyawan Pabrik Genteng sokka Blitar  Tahun 2013
NO
Bulan
Jumlah karyawan yang keluar
1.
Oktober
14 orang
2.
November
10 orang
3.
Desember
5 orang
Sumber: Data Pabrik Genteng Sokka Blitar Tahun 2013
Berdasarkan data di atas, dapat dilihat bahwa pada bulan Oktober karyawan yang keluar sebanyak 14 orang, November 10 orang dan, dan
Desember 5 orang. Penyebab keluarnya karyawan ini menurut pihak manajemen pabrik yakni bagi yang masih muda biasanya mencari pekerjaan yang memberikan gaji yang lebih besar daripada di pabrik genteng Massokka ini dan bagi yang sudah berumur biasanya memilih istirahat dan memilih untuk bercocok tanam karena saat panen pemasukan yang diterima sedikit lebih besar dari bekerja di pabrik. Bagi pabrik sendiri jika ada karyawan yang keluar maka harus dicarikan penggantinya karena
produksi tidak bisa dilakukan jika kekurangan karyawan. Manajemen pabrik juga sangat terbuka bagi semua bekas karyawannya, jika mereka ingin bekerja kembali maka pihak pabrik dengan senang hati menerima mereka. Tidak hanya dari tingkat keluarnya karyawan tetapi juga tingkat absensinya, meskipun cenderung menurun tetapi untuk pabrik yang untuk proses produksinya dibutuhkan karyawan lengkap supaya bisa tetap berproduksi jumlah ini sangat mengganggu, sehingga manajemen pabrik mencari karyawan harian untuk mengisi posisi yang kosong, tingkat absensi pabrik dapat dilihat pada Tabel 2 berikut ini:
Tabel 2 Daftar Absensi Karyawan Pabrik Genteng sokka Bitar Tahun 2013
Bulan
Jumlah
Presentase
OKtober
10
18,5%
November
5
9,2%
Desember
2
3,7%
Sumber: Data Pabrik Genteng Sokka Blitar Tahun 2013
Berdasarkan tabel absensi karyawan di atas, diketahui presentase absens pada bulan Oktober sebesar 18,5%, pada bulan November sebesar 9,2%, dan pada Desember sebesar 3,7%. Presentase absensi terbesar ada pada bulan Oktober, jika dikaitkan pada Tabel 1 di atas memang banyak karyawan yang keluar pada bulan tersebut. Berdasarkan research gap yang menyangkut faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja, penelitian ini mencoba mengkaji ulang dan memperdalam pengaruh lingkungan kerja dan kompensasi terhadap kepuasan kerja. Dari latar belakang yang telah diuraikan dan hasil penelitian berkaitan dengan kepuasan kerja yang beraneka ragam maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Pengaruh Lingkungan Kerja dan Kompensasi terhadap Kepuasan Kerja Karyawan pada Pabrik Genteng Sokka Blitar”

B.   Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya, maka
dapat diidentifikasikan permasalahan yang ada sebagai berikut :
1.         Bagaimana pengaruh lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja karyawan Pabrik Genteng Massokka Kebumen?
2.          Bagaimana pengaruh kompensasi terhadap kepuasan kerja karyawan Pabrik Genteng Sokka Blitar?
3.          Bagaimana pengaruh lingkungan kerja dan kompensasi terhadap kepuasan kerja karyawan Pabrik Genteng Sokka Blitar?
C.    Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui :
1. Tingkat lingkungan kerja, kompensasi, dan kepuasan kerja karyawan.
2. Pengaruh lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja karyawan.
3. Pengaruh kompensasi terhadap kepuasan kerja karyawan.


BAB II
TINJUAN PUSTAKA dan HIPOTESIS
A.    Kajian Teori
Grand theory yang digunakan untuk penelitian penulis ini adalah Manajemen, Middle theory-nya ManajemenSumber Daya Manusia (SDM) dan Applied theory-nya adalah lingkungan kerja, konpesas kerja dan kepuasan karyawan.
a.         Grand Theory
Manajemen sendiri berasal dari kata to manage yang artinyamengatur. Pengaturan dilakukan melalui proses dan diatur berdasarkan urutan dari fungsi-fungsi manajemen itu.Menurut Rivai (2009:2),menyatakan bahwa “Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pendayagunaan sumber daya lainnya secara efisien, efektif, dan produktif merupakan hal yang paling penting untuk mencapai tujuan”.
b.         Middle Theory
Middle Theory yang digunakan dalam penelitian penulis ini adalah Sumber Daya Manusia. Menurut Raymond, jhon.r, dan patrick.m (2010:6) mengemukakan bahwa “Sumber Daya Manusia adalah kebijakan-kebijakan, praktik-praktik, serta sistem-sistem yang mempengaruhi prilaku, sikap dan kinerja karyawan”.
Menurut Ike Kusdyah dalam bukunya Manajemen Sumber Daya Manusia (2008:3), “Manajemen sumber daya manusia merupakan suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, da pengawasan kegiatan-kegiatan pengadaan, pengembangan, pemberian kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan dan pelepasan sumber daya manusia agar tercapai sebagai tujuan individu, organisasi dan masyarakat”.
c.         Applied Theory
1.      Lingkungan kerja
Menurut Mardiana (2005: 15) “Lingkungan kerja adalah lingkungan dimana pegawai melakukan pekerjaannya sehari-hari”. Lingkungan kerja yang kondusif memberikan rasa aman dan memungkinkan para pegawai untuk dapat berkerja optimal. Lingkungan kerja dapat mempengaruhi emosi pegawai. Jika pegawai menyenangi lingkungan kerja dimana dia bekerja, maka pegawai tersebut akan betah di tempat kerjanya untuk melakukan aktivitas sehingga waktu kerja dipergunakan secara efektif dan optimis prestasi kerja pegawai juga tinggi. Lingkungan kerja tersebut mencakup hubungan kerja yang terbentuk antara sesama pegawai dan hubungan kerja antar bawahan dan atasan  serta lingkungan fisik tempat pegawai bekerja.
Sedangkan, Menurut Sedarmayanti (2001 : 21) “lingkungan kerja adalah keseluruhan alat perkakas dan bahan yang dihadapi, lingkungan sekitarnya dimana seseorang bekerja, metode kerjanya, serta pengaturan kerjanya baik sebagai perseorangan maupun sebagai kelompok”

2.    Kompensasi
Menurut Ike Kusdyah Rachmawati (2008:143) “Kompensasi adalah Salah satu cara organisasi untuk meningkatkan prestasi kerja, motivasi dan kepuasan kerja pada pegawai”.
Menurut Ike Kusdyah Rahmawati (2008, 145) tujuan diberikannya suatu kompensasi adalah:
1.        Mendapatkan karyawan yang berkualitas Untuk memenuhi standar yang diminta organisasi. Dalam upaya menarik calon karywan masuk, organisasi harus merangsang calon-calon pelamar dengan tingkat kompensasi yang cukup kompetitif dengan tingkat kompensasi organisasi lain.
2.         Mempertahankan karyawan yang sudah ada Dengan adanya kompensasi yang kompetitif, organisasi dapat mempertahankan karyawan yang potensial dan berkualitas untuk tetap bekerja. Hal ini untuk mencegah tingkat perputaran kerja karyawan yang tinggi dan kasus pembajakan karyawan oleh organisasi lain.
3.        Menjamin keadilan Adanya administrasi kompensasi menjamin terpenuhinya rasa keadilan pada hubungan antara manajemen dan karyawan. Dengan pengikat pekerjaan, sebagai balas jasa organisasi atas apa yang sudah diabdikan karyawan pada organisasi, maka keadilan dalam pemberian kompensasi mutlak dipertimbangkan.
4.        Perubahan sikap dan perilaku Adanya kompensasi yang layak dan adil bagi karyawan hendaknya dapat memperbaiki sikap dan perilaku yang tidak menguntungkan serta mempengaruhi produktivitas kerja. Prestasi kerja yang baik, pengalaman, kesetiaan, tanggung jawab baru dan perilaku-perilaku lain dapat dihargai melalui rencana kompensasi yang efektif.
5.         Efisiensi biaya Program kompensasi yang rasional membantu organisasi untuk mendapatkan dan mempertahankan sumber daya manusia pada tingkat biaya yang layak. Dengan upah yang kompetitif, organisasi dapat memperoleh keseimbangan dari etos kerja karyawan yang meningkat. Tanpa strukturpengupahan dan penggajian sistematik organisasi dapat membayar kurang (underpay) atau lebih (overpay) kepada para karyawannya.
6.         Administrasi legalitas Dalam administrasi kompensasi juga terdapat batasan legalitas karena diatur oleh pemerintah dalam sebuah undang-undang. Tujuannya agar organisasi tidak sewenang-wenang memperlakukan karyawan sebagai aset perusahaan.
Sedangkan menurut Handoko (2008: 155) mengemukakan bahwa kompensasi adalah segala sesuatu yang diterima para karyawan sebagai balas jasa untuk kerja mereka.


3.    Kepuasan Kerja
Menurut Handoko (2008:193-194) bahwa ”kepuasan kerja (job satisfaction) adalah keadaan emosional yang menyenangkan atau tidak menyenangkan dengan mana para karyawan memandang pekerjaan mereka". Ini nampak dalam sikap positif karyawan terhadap pekerjaan dan segala sesuatu yang dihadapi di lingkungan kerjanya.
Menurut Spector (2007:3) bahwa faktor yang sering digunakan sebagai instrumen yang mempengaruhi kepuasan kerja adalah “appreciation, communication, coworkers, fringe benefits, job conditions, nature of the work, itself, organization itself, organization’s policies and procedures, pay, personal growth, promotion opportunities, recognition, security, and supervision”.

B.     Landasan Penelitian Terdahulu
Landasan  penelitian  terdahulu ini merupakan salah satu acuan penulis dalam melakukan penelitian sehingga penulis dapat memperkaya teori yang digunakan dalam mengkaji penelitian yang dilakukan. Berikut merupakan penelitian terdahulu berupa beberapa jurnal terkait dengan penelitian yang dilakukan penulis.




Nama peneliti
Judul penelitian
Hasil penelitian
Khaidir Anas
Fakultas Ekonomi,Universitas Negeri Padang
Pengaruh Kompensasi dan Lingkungan Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan PT. Karya Mitra Muda
1.    Kompensasi bepengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan PT. Karya Mitra Muda. Hal ini berarti bahwa untuk meningkatkan kepuasan kerja karyawan dapat dilakukan dengan lebih memperhatikan pemberian kompensasinya.
2.    Lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan PT. Karya Mitra Muda. Hal ini berarti bahwa untuk meningkatkan kepuasan kerja karyawan dapat dilakukan dengan lebih memperhatikan kondisi lingkungan kerja PT. Karya Mitra Muda.



C. Model Kerangka Teori
 





Dari gambar diatas kerangka teori dapat dilihat bahwa variabel (X) yang terdiri dari lingkumgan kerja (X1), kompensasi (X2) yang merupakan variabel bebas akan mempengaruhi variabel terikat (Y) yaitu kepuasan kerja karyawan pabrik genteng massokka, Blitar Jawa Timur.

D.    Hipotesis Penelitian
Berdasarkan uraian kerangka pemikiran dan hasil kajian empiris
diatas, maka peneliti mengajukan beberapa hipotesis dalam penelitian ini
sebagai berikut :
H1 Lingkungan kerja berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja
H2 Kompensasi berpengaruh positif terhadap kepuasan kerja
H3 Lingkungan kerja dan kompensasi berpengaruh positif terhadap  kepuasan kerja.





BAB III
METODE PENELITIAN
A.    Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian asosiatif kausal. Penelitian
asosiatif kausal adalah penelitian yang bertujuan untuk mengetahui
pengaruh antara dua variabel atau lebih (Umar, 2005). Penelitian ini
menjelaskan hubungan memengaruhi dan dipengaruhi dari variabel
variabel yang akan diteliti. Penelitian ini menggunakan metode survei
dengan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif digunakan karena
data yang akan diambil untuk menganalisis pengaruh antar variabel
dinyatakan dengan angka. 
B.     Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan dengan mengambil lokasi di Pabrik
Genteng Massokka Kebumen. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan
Februari 2014.
C.    Populasi
1.      Populasi
Populasi penelitian ini adalah semua karyawan Pabrik Genteng Massokka Kebumen yang berjumlah 54 orang.

D.    Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data, itulah yang dikemukakan oleh sugiyono (2013:2). Ada beberapa teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya :
1.      Teknik Pengamatan/Observasi
Menurut Sugiyono (2012:145) observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis.

2.      Teknik Wawancara
Menurut Esterberg dalam Sugiono (2013:231), wawancara merepukan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikontruksikan makna dalam suatu topik tertentu.
3.      Kuesioner
Menurut Sugiyono (2011:142) Kuisioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis pada responden untuk dijawab.

E.     UJi Asumsi Klasik
1.      Uji Validitas
Uji validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan suatu instrument, Menurut Imam Ghozali (2011:52) suatu kuisioner dikatakan valid jika pernyataan pada kuisioner mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuisioner tersebut. Valid tidaknya suatu instrumen dapat dilihat dari nilai Sig. (2-tailed) setiap variabel terhadap variabel total pada Tabel Correlations output SPSS. Jika nilai Sig. (2-tailed) < 0,05 atau kurang dari taraf signifikansi yang diambil (5%), maka Variabel tersebut Valid.
2.      Uji Realibitas
Reliabilitas menunjukkan sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten bila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama. Dalam penelitian ini, uji reliabilitas dilakukan dengan menggunakan metode Alpha Cronbach. Pengujian reliabilitas instrumen dilakukan pada item-item pertanyaan yang memiliki validitas. Instrumen dinyatakan reliabel jika harga reliabilitas  yang diperoleh paling tidak mencapai 0,6 (Nurgiyantoro, 2000:312).
3.      Uji Multikolonieritas
Multikolinearitas adalah situasi dimana terdapat dua variabel yang saling berkorelasi. Adanya hubungan diantara variabel bebas adalah hal yang tak bisa dihindari dan memang diperlukan agar regresi yang diperoleh bersifat valid. Namun, hubungan yang bersifat linier harus dihindari karena akan menimbulkan gagal estimasi (multikolinearitas sempurna) atau sulit dalam inferensi (multikolinearitas tidak sempurna).
Uji multikolinieritas dilakukan untuk melihat apakah ada keterkaitan antara hubungan yang sempurna antara variable-variabel independen. Jika didalam pengujian ternyata didapatkan sebuah kesimpulan bahwa antara variable independent tersebut saling terikat, maka pengujian tidak dapat dilakukan kedalam tahapan selanjutnya yang disebabkan oleh tidak dapat ditentukannya koefisien regresi variable tersebut tidak dapat ditentukan dan juga nilai standard errornya menjadi tak terhingga.


DAFTAR PUSTAKA
Afrizal, Rifki. 2012. Analisis Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Lingkungan Kerja dan Kompensasi terhadap Kepuasan Kerja Karyawan PT. Nindya Karya Persero. Universitas Gunadarma 
Alhusin, Syahri. 1997. Kepemimpinan Efektif dalam Perusahaan, Suatu Pendekatan Psikologik. Liberty. Cetakan kedua, Yogyakarta 
Anas, Khaidir. 2013. Pengaruh Kompensasi dan Lingkungan Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan PT. Karya Mitra Muda. Jurnal Manajemenejournal.unp.ac.id 
Anwar, Armen. 2013. Pengaruh lingkungan kerja terhadap keselamatan dan kesehatan kerja pada karyawan di PT Waskita Guna Jaya di Pekanbaru. Repository.unri.ac.id
Rachmawati, Ike Kusdyah. 2008. manajemen sumber daya manusia.Yogyakarta: ANDI

Handoko, T. Hani. 2001. Manajemen Personalia dan Sumber Daya. Yogyakarta: BPFE  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar